Panggung Carolina dan Sindhu di Ajang Olimpiade Tokyo

Tidak lama lagi, event empat tahunan Olimpiade yang jadi ajang tertinggi Bulutangkis akan segera digelar. Beberapa pengamat sudah mulai melakukan pemetaan dan prediksinya, siapa yang akan meraih medali Emas.

Jika, membahas tentang tunggal putra, ganda putra dan putri serta campuran. Maka persaingan akan mengerucut ke negara seperti, Indonesia, China, Jepang, Korea Selatan, dan Denmark, berbeda saat membahas Tunggal Putri.

Ada banyak pemain dari berbagai negara dapat diperbincangkan termasuk salah satu pemain andalan Eropa, Carolina Marin. Menjadi satu-satunya yang diyakini akan kembali memiliki panggungnya di Olimpiade Tokyo.

Perempuan 27 tahun itu tidak sendiri, akan berduel dengan Pemain India, PV. Sindhu. Keduanya diyakini mampu bertarung di partai puncak. Kecuali, bila dalam babak undian sudah mempertemukan mereka di Semifinal.

Bila memang itu terjadi maka, pertarungan ulangan Final Olimpiade Rio akan tersaji. Siapakah yang akan memenangkan pertandingan? Tetapi, pertanyaannya mampu atau tidak keduanya bertemu di babak akhir?

 

Banyak Pemain Hebat Pada Olimpiade Tokyo

Pertanyaan tersebut bukan tanpa alasan. Melihat perkembangan selama 4 tahun, sudah banyak pemain hebat bermunculan. Membuat peta persaingan semakin menarik. Bila, dilihat secara rangking dunia. Ada Tai Tzu Ying.

Dalam beberapa pertemuan terakhir, pemain asal Taiwan ini memang kesulitan menghadapi Marin, hanya saja masih mampu mencuri beberapa set dan kemenangan. Berbanding terbalik saat menyapa Pursala Sindhu.

Memang harus bertarung sampai 3 gim hanya saja, relatif lebih mudah. Tanpa ada celah untuk mengamankan satu pertandingan saja. keuletan dan taktik yang diterapkan membuat perempuan India tersebut kesulitan.

Selanjutnya, ada An Se Yong dari Korea selatan. Memang bukan peringkat dua dunia. Tetapi, performanya begitu mengesankan. Usianya masih belia sudah mampu menembus babak akhir dalam setiap turnamen.

Pertemuannya dengan Carolina serta Pursala berakhir dengan kekalahan. Hanya saja, keuletannya sangat merepotkan. Tidak mudah mengalahkannya begitu saja. Bisa jadi batu sandungan bagi keduanya jika, bertemu di partai penentuan.

Beralih ke duo Jepang yaitu, Akane Yamaguchi serta Nozomi Okuhara. Dua pebulutangkis ini tidak bisa dianggap remeh behitu saja. Keuletan mereka dan pergerakan kakinya, terbukti mampu menyulitkan.

Jual beli serangan sering terlihat kalah dan menang selalu terjadi saat bertemu. Mereka berdua juga diprediksi berpeluang besar mengisi 4 nama pemain yang akan bertarung di Semifinal Olimpiade Tokyo.

Status mereka adalah Tuan Rumah, pasti menjadi suntikan semangat tersendiri untuk meraih kemenangan. Setidaknya mampu mengambil satu medali emas. Atau bahkan, meraih dua medali sekaligus, menarik untuk dinantikan.

 

Panggung Carolina dan Sindhu di Ajang Olimpiade Tokyo

Rivalitas Carolina dan Pusarla V Sindhu

Rivlitas keduanya memang layak untuk dinantikan. Walaupun, dari peringkat dunia BWF terlihat sangat jauh jarak diantara mereka. Peringkat ke 3 untuk pebulutangkis asal Spanyol. serta peringkat ke enam bagi Pusarla.

Dari rekor pertemuan keduanya memang saling mengalahkan satu sama lain. Termasuk saat do Swiss Open, Carolina mampu menunjukkan ketangguhannya. Dengan menjadi juara mengalahkan Sindhu, sayang tidak dapat dilanjutkan.

Di Ajang All England Perempuan 27 tahun tersebut harus mengundurkan diri karena, cidera. Sehingga pertarungan sengit tidak terjadi. Hanya saja dapat dinantikan saat pertemuan di Malaysia bulan Mei.

Bisa jadi ajang pemanasan bagi keduanya. Kesempatan untuk bertemu di Semi Final Apalagi partai puncak sangat besar. Patut untuk dinantikan, siapakah pemenang diantara rivalitas tinggi tersebut.

Tetapi, banyak berpendapat bahwa Carolina Marin mampu mempertahankan status sebagai juara olimpiade. Karena, performanya sangat luar biasa dari berbagai turnamen. Benar atau tidak ditunggu saja seri olimpiade Tokyo tahun ini.

About AdminDetikBola

Check Also

German Open 2021 Batal Diselenggarakan, Comeback MarcusKevin Tertunda

German Open 2021 Batal Diselenggarakan, Comeback Marcus/Kevin Tertunda

German Open 2021 yang sudah dinanti pecinta bulu tangkis harus dibatalkan akibat pandemi Covid-19. Awalnya, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *