Ganda Putra Gagal di Thailand Open, Naga Api Ungkap Penyebabnya

Hasil yang kurang memuaskan didapat setelah duta Indonesia gagal lolos ke final Toyota Thailand Open Super 1000. Dua wakil yang jadi harapan terakhir, yaitu ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, harus menerima kekalahan dan mengakhiri perjalanannya di ajang ini.

Daddies kalah dari pasangan unggulan enam, Lee Yang/Wang Chi Lin, melalui rubber game dengan raihan skor 21-14, 20-22, 12-21. Selain itu, ganda putri unggulan Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, juga mengalami kekalahan setelah ditumbangkan wakil Korea, Lee So He/Shin Seung Chan. Mereka berhasil unggul dengan skor 16-21, 18-21.

Bahkan pelatih Herry Iman Pierngadi mengatakan bahwa ganda putra Indonesia belum bisa mencapai target pada dua leg Asia. Yaitu pada Yonex Thailand Open Super 1000 dan Toyota Thailand Open Super 1000. Harapan besar sudah dijatuhkan pada anak-anak asuhnya, terutama Ahsan/Hendra dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

 

Belum Capai Target Karena Faktor Stamina dan Usia

Ahsan/Hendra dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang sejak awal diharapkan menjadi bintang dalam ajang ini justru tidak dapat memenuhi target. Mereka mengalami kegagalan dan juga banyak penurunan sehingga sang pelatih akan melakukan evaluasi untuk latihan semua atlet.

Memang sebelumnya Ahsan mengalami cedera betis kiri yang didapat dari babak pertama, Rabu (20/01) kemarin. Memang hal ini memengaruhi performa dan penampilan mereka di lapangan. Akan tetapi, menurut Herry itu bukan alasan utama mereka bisa kalah. Faktor usia dan stamina mereka sangat mencolok dalam menentukan hasil pertandingan.

Jadi intinya, cedera yang dialami Ahsan tidak memengaruhi permainannya secara menyeluruh. Akan tetapi, pengaruh stamina lebih besar dalam meberi dampak. Usia Ahsan saat ini sudah tidak muda lagi sehingga staminanya tidak sama seperti awal-awal dirinya bergabung dalam dunia bulutangkis.

Dirinya berharap pada para atlet agar dalam ajang World Tour Final yang berlangsung pekan depan, mereka bisa menunjukkan performa lebih baik dari ini. Di lain sisi, Herry juga mengakui jika pasangan Fajar/Rian juga mengalami penurunan dari segi kualitas permainannya.

Ganda Putra Gagal di Thailand Open, Naga Api Ungkap Penyebabnya

Lama Tidak Bertanding Membuat Atlet Kehilangan Ritme Permainan

Fajar/Rian sudah lama tidak menjalani pertandingan sehingga hal ini menyebabkan ritme permainan mereka menghilang. Bukan hanya pelatihnya, beberapa penikmat bulutangkis yang menyaksikan pertandingan juga mengatakan bahwa Fajar/Rian mengalami banyak penurunan.

Fajar/Rian Kehilangan Ritme Permainan karena Lama tidak bertanding. Baik pelatih dan atlet sudah melakukan perbincangan untuk masalah ini. Seperti diketahui bersama, pasangan ini sebelumnya sudah vakum selama sepuluh bulan. Tentu saja jika harus kembali ke lapangan, mereka masih canggung satu sama lain.

Ritme, irama, dan suasana pemain ini sangat dipengaruhi oleh intensitas mereka bermain sebelumnya. Karena sudah lama tidak melakukan pertandingan, mereka jadi harus beradaptasi kembali. Hal ini sangat penting dilakukan meski mereka adalah salah satu pemain yang berada di jajaran top 10.

Pelatih yang memiliki julukan Naga Api itu menambahkan jika tangan Fajar masih dalam proses pemulihan karena bermasalah. Hal ini makin menambah beban mereka dalam bertanding. Kini, Pelatih mereka memiliki tugas yang besar untuk mempersiapkan mereka tampil bersinar.

Terutama di turnamen Internasional Maret mendatang. Untuk saat ini, performa dari Fajar. Rian kurang bisa dimanfaatkan dengan seimbang. Pasangan ini hanya bisa mengandalkan Rian saja karena Fajar masih mengalami masalah di tangannya.

Dalam ajang Toyota Thailand Open Super 1000 sendiri, Korea lebih unggul dan bisa mendominasi pertandingan. Tiga wakil Korea berhasil masuk ke babak final. Sangat disayangkan karena wakil Indonesia sendiri tidak ada yang berhasil lolos ke babak final. Bahkan di sektor ganda putra, mereka memiliki pekerjaan rumah untuk memulihkan performa.

About AdminDetikBola

Check Also

Panggung Carolina dan Sindhu di Ajang Olimpiade Tokyo

Panggung Carolina dan Sindhu di Ajang Olimpiade Tokyo

Tidak lama lagi, event empat tahunan Olimpiade yang jadi ajang tertinggi Bulutangkis akan segera digelar. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *